Tampilkan postingan dengan label Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal 31-40. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal 31-40. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

Gan Ying Pian Bgn 40 Cerita



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 40 ~ Cerita


yīn
zéi
liáng
shàn





Cerita :
Perdana menteri Dinasti Tang yang bernama Li Lin-fu, orangnya licik diam-diam mencelakai insan bajik, kejahatan yang dilakukannya sudah tidak bisa disebutkan satu persatu. Ketika Li Lin-fu akan menghadapi kegagalan, dia melihat ada sebuah makhluk aneh, giginya bertaring dan memiliki cakar, sekujur tubuhnya dipenuhi bulu, matanya bagaikan kilat, memukulnya dengan tangan. Tidak berapa lama kemudian dari ketujuh rongga tubuh Li Lin-fu mengalir keluar darah dan tewas.     

Setelah Li Lin-fu mati, kekaisaran menurunkan titah untuk menghapus gelar bangsawannya; bahkan juga mematahkan peti matinya, lalu memotong mayatnya, bahkan anak cucu keturunannya dibuang ke pengasingan.

Kemudian sampai pada masa Dinasti Song di Hangzhou terdapat seorang anak gadis yang tewas disambar petir, di tubuh gadis ini terdapat tulisan warna merah yang isinya : “Sebagai pejabat Li Lin-fu tidak setia, mencelakai insan bajik secara diam-diam, tiga kali kelahirannya menjadi pelacur, tujuh kali kelahiran menjadi kerbau, setelah semua balasan ini usai dijalani, selamanya jatuh menjadi makhluk yang hidup di dalam perairan”.


Analisa Lanjutan :
Orang licik yang berhasil mencelakai insan mulia akan mengatakan bahwa nyawa insan mulia tersebut ada di tangannya, sesungguhnya orang licik ini tidak mengetahui bahwa ini dikarenakan insan mulia itu pernah menjalin permusuhan dengannya, barulah bisa memiliki akhir yang sedemikian. Sebaliknya bila belum pernah menjalin ikatan permusuhan, bagaimanapun lihainya cara orang licik itu ingin mencelakai insan mulia, juga takkan bisa berhasil.

Orang jahat yang mencelakai insan bajik adalah ibarat meludah ke angkasa, bukan hanya ludahnya takkan mengenai angkasa bahkan air liurnya itu malah akan jatuh kembali mengenai mukanya sendiri! Maka itu terhadap insan yang berbudi luhur, janganlah menfitnah dan mencelakainya, karena pada akhirnya malah akan kembali mengenai dan mencelakai diri sendiri juga!      




集福消災之道
(四十)


陰賊良善。


故事:

唐朝的宰相李林甫,為人陰險狡詐賊害善良,所做的惡事不勝枚舉。李林甫快要失敗的時候,他看見一個鬼物,長得鋸牙鉤爪,全身是毛,眼睛如電,用手打他;過了沒有多久,李林甫就七孔流血而死。李林甫死了之後,朝廷就下令,將他的爵位奪除;並且打斷他的棺材,再殺戮他的屍體,還將他的子孫流放到嶺南地區。宋朝淳熙初年,在漢州這個地方,有一位女子被電打死,這位女子身體上寫有紅字說道:「李林甫為臣不忠,陰賊善良,三世為娼,七世為牛,這些報應受完之後,將永遠淪入水族之中。」

【再析】

小人賊害君子,僥倖而得逞,便說君子的生死,是操控在他的手裡;他不知道,縱然君子死在他的手裡,也是因為曾經跟他結怨,才會有這樣的結果;若是未曾和別人結過怨的君子,無論小人如何的厲害,終究害不死他;而惡人害人,就像是對著天空吐口水一樣,不但吐不到天,口水反而會掉落在自己的臉上啊!所以對賢良的好人,是不可以毀謗賊害的,因為到頭來,害到的卻是自己啊!

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷二)


Gan Ying Pian Bgn 40 Penjelasan



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 40 ~ Penjelasan


yīn
zéi
liáng
shàn





Penjelasan :
Terhadap insan bajik yang setia dan berbudi luhur, seharusnya menyayangi dan melindunginya, merekomendasikan serta memujinya, takkan mencari akal untuk mencelakainya secara diam-diam.


Analisa :
Mencelakai orang secara diam-diam contohnya adalah memanah orang tanpa diketahui pelakunya, merupakan hal yang paling sulit diwaspadai; lagi pula meskipun orang lain sudah saya celakai namun saya tak perlu menanggung nama buruk sebagai pelaku kejahatan, ini merupakan perbuatan jahat yang paling parah.

Terhadap orang awam saja tidak boleh mencelakainya apalagi terhadap insan bajik, lebih tidak boleh lagi. Oleh karena insan bajik dimana masyarakat menaruh harapan padanya. Insan bajik di dalam sebuah negara akan dijunjung oleh penduduk negara tersebut; bila insan bajik tersebut berada di dalam sebuah dusun maka akan dijunjung oleh penduduk di seluruh pelosok dusun tersebut, jadi mana boleh mencari akal untuk mencelakainya secara diam-diam?
       
  


集福消災之道
(四十)


陰賊良善。


【解釋】

對於忠厚善良的好人,應該要愛護他、推薦他、讚揚他,卻反而陰謀的加以賊害。

【分析】

陰賊就是陰謀賊害,例如暗箭傷人,最是難以防備;而且別人被我害了,而我卻不用背負害人的惡名,這是最糟糕的壞事。對一般人而言,尚且都不可以這樣的陰謀加以賊害;若是用來賊害善良的好人,則更是不可以啊!因為善良的好人,是民眾的希望所寄。善人在一個國家裡面,則會被這個國家的人民所重視;善人若是在一鄉之中,則會被全鄉的百姓所重視,所以怎麼能夠去陰謀賊害善人呢?

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷二)


Minggu, 07 Juni 2015

Gan Ying Pian Bgn 39 Cerita



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 39 ~ Cerita


rěn
zuò
cán
hài





Cerita 1 :
Xu Zhen-jun hidup pada masa Dinasti Jin (265-420), merupakan penduduk Kabupaten Ru'nan, Provinsi Henan. Sejak kecil sudah suka berburu, suatu hari ketika dia sedang berburu, berhasil memanah seekor rusa kecil, tiba-tiba dia melihat rusa betina tiada henti-hentinya dengan lidahnya menjilat luka di tubuh anak rusa, karena itu dia merasa di hatinya ada rasa sedih yang tiada hingganya, tidak lama kemudian sang ibu rusa terhempas di tanah dan mati.

Xu Zhen-jun menggunakan pisau membelah dada ibunda rusa, tampak hati ibunda rusa hancur berkeping-keping, Xu Zhen-jun amat terharu dan menyesali serta membenci dirinya sendiri; lalu mematahkan busur panahnya, bersumpah untuk selanjutnya takkan berburu lagi.

Kemudian Xu Zhen-jun direkomendasikan menjadi peserta ujian negara, lalu menjabat sebagai bupati di Kabupaten Jingyang. Oleh karena terjadinya kekacauan di dalam pemerintahan kekaisaran Dinasti Jin, maka itu dia mengundurkan diri dari jabatannya dan pulang ke kampung halamannya; mengikuti Wu Meng belajar Ajaran Tao dan menjadi pembina yang berhasil.


Cerita 2 :
Ada seorang pedagang yang bernama Ren Tian-yi, tabiatnya tamak dan keji. Setiap tahun dia akan pergi ke Haizhou membeli babi untuk dijagal. Suatu kali ketika dia sedang menggunakan perahu untuk mengangkut babi, di tengah perjalanan saat malam hari tiba-tiba badai muncul dan membalikkan badan perahu, babi-babi segera dirampas oleh para nelayan. Ren Tian-yi menangis tersedu-sedu di tepi sungai, pada saat itu bertepatan dengan ambruknya batangan tiang di atas perahu yang langsung menimpa Ren Tian-yi, sehingga tubuhnya rata dengan tanah.
         


集福消災之道
(三十九)


忍作殘害。



故事一:

許真君是晉朝汝南人,從小就喜歡打獵。有一天他上山打獵,射中了一隻小鹿,卻見到母鹿不斷的用舌頭去舔小鹿的傷口,似乎有著無限的悲傷,不久母鹿也倒地而死。許真君就用刀剖開母鹿的胸腹,卻發現母鹿的肝腸寸斷,他大為感動而悔恨不已;於是就折毀弓箭,發誓永遠不再打獵了。許真君後來被薦舉為孝廉,做旌陽縣的縣令,因為有感於晉朝的朝政紊亂,於是就棄官歸隱,追隨吳猛學道;在晉孝武帝太康二年,於洪州西山得道成真;因為常常顯靈濟世,宋帝就追封他為神功妙濟真君,簡稱為許真君,或是稱為許旌陽。

故事二:

有位商人任天一,為人貪利而殘忍。他每年都要到海州青口這個地方,買醃豬回來屠宰。有一次,他用船載著醃豬,經過高郵六安溝閘的時候,夜間刮起了大風,船被風吹翻了,豬立刻就被打漁的人給搶光跑散了。任天一則在岸邊暗自地叫苦,這時候船上的大桅桿,剛好倒了下來,壓在他的身上,把任天一壓成了肉餅。

【再析】

要知道命中有財,到那裡都可以賺得到錢啊!何必去做殺生害命的行業呢?報應像任天一這種的商人,實在是太多了,值得人們反省深思,不要為了謀生,反而卻走上了死路;至於被小偷強盜燒搶劫掠,甚至被水淹死等等的事情,未必不是上天以殺他的身命,來報應他殺生的罪孽啊!


節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷二)


Sabtu, 06 Juni 2015

Gan Ying Pian Bgn 39 Penjelasan_02



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 39 ~ Penjelasan_02


rěn
zuò
cán
hài





Yang pertama, saat berulangtahun janganlah menyembelih makhluk hidup. Hari dimana bunda melahirkan diriku disebut hari penderitaan ibunda; maka itu pada saat hari ulang tahun, seharusnya menghindari pembunuhan dan bervegetarian, memperbanyak melakukan kebajikan, dengan demikian dapat menambah berkah dan usia panjang bagi ayahbunda.

Andaikata ayahbunda telah meninggal dunia, juga dapat dengan jasa kebajikan ini dilimpahkan agar arwah ayahbunda segera terlahir ke alam bahagia, bagaimana boleh melupakan bahwa hari ulang tahun merupakan hari penderitaan ibunda dan malah memuaskan nafsu makan secara tak terkendali, menyembelih dan makan daging?

Jika demikian maka ayahbunda akan ikut terpuruk, hal ini juga tidak menguntungkan diri kita. Tetapi hal ini malah merupakan tradisi masyarakat dunia sejak tempo dulu, lagi pula mereka juga tidak merasa salah, sungguh membuat hati insan mulia menjadi tersiksa dan bersedih hingga mengalirkan air mata!

Yang kedua adalah pada saat melahirkan bayi tidak boleh membunuh; setiap orang yang tidak mempunyai anak akan merasa bersedih hati; sebaliknya orang yang mempunyai buah hati akan merasa bersukacita; tetapi mereka tidak memikirkan bahwa hewan juga amat menyayangi anaknya! Sekarang demi merayakan kelahiran anak sendiri, lagi pula dengan membunuh anak dari hewan tersebut, apakah hati akan merasa tenteram?

Lagi pula bayi yang baru lahir ke dunia, bukannya memupuk berkah memohon panjang usia buatnya, malah sebaliknya menciptakan karma buruk pembunuhan buatnya, tindakan ini sungguh terlalu bodoh! Tetapi hal begini, manusia di seluruh pelosok dunia sudah terbiasa dengan tradisi ini sejak tempo dulu, juga tidak merasa ada yang salah, sungguh membuat hati insan mulia menangis dan amat bersedih serta menghela nafas panjang!  

Yang ketiga, mengurus upacara berkabung dan menyembahyangi leluhur tidak sepatutnya membunuh makhluk hidup. Baik dalam upacara berkabung, sembahyang leluhur, seharusnya menghindari pembunuhan, guna menambah berkah bagi sanak keluarga dan leluhur. Jika sebaliknya menyembelih hewan untuk dijadikan sesajian, hanya akan menambah dosa bagi mendiang dan leluhur.

Bukan hanya tidak ada manfaatnya, sebaliknya hanya akan mencelakai saja; maka itu orang yang memiliki kebijaksanaan takkan melakukannya; tetapi hal begini sudah terbiasa dilakukan oleh manusia di seluruh dunia sejak tempo dulu, juga tidak merasa salah, sungguh membuat hati orang menjadi bersedih dan menangis  serta menghela nafas panjang!  

Yang keempat adalah pada upacara pernikahan tidak sepatutnya membunuh makhluk hidup; pernikahan manusia dimulai dari perkenalan, pertunangan hingga pernikahan, tidak tahu sudah berapa banyak hewan yang disembelih selama periode tersebut! Harus diketahui bahwa suami istri menikah adalah langkah awal dari meneruskan silsilah keluarga dan mendidik putra putri; di dalam hari yang penuh sejahtera dan kegembiraan ini, malah melakukan perbuatan yang keji, menggunakan daging hasil pembunuhan untuk menjamu tamu undangan, ini sudah menanam benih karma buruk menjalin permusuhan kelak di kemudian hari! Tetapi hal begini, manusia di seluruh pelosok dunia sudah terbiasa dengan tradisi ini sejak tempo dulu, juga tidak merasa ada yang salah, sungguh membuat hati orang menangis dan amat bersedih serta menghela nafas panjang!  

Yang kelima adalah pada saat memohon berkah tidak sepatutnya melakukan pembunuhan; sebagian orang saat jatuh sakit, selalu menggunakan hasil pembunuhan untuk menyembahyangi Dewa, memohon supaya Dewa menurunkan berkah dan melindunginya; malah tidak terpikir akan niatnya bersembahyang, yakni untuk menghindari diri dari kematian dan memohon panjang umur!

Tetapi apa yang dilakukan sekarang adalah membunuh nyawanya untuk memperpanjang nyawaku, tentu saja ini sudah bertentangan dengan Hukum Langit dan hati nurani, sesungguhnya tidak ada lagi hal lain yang lebih parah daripada ini! Harus diketahui bahwa “Insan bijaksana, benar dan jujur barulah bisa menjadi Dewa”, mana mungkin Dewa masih memiliki niat yang masih mementingkan diri sendiri? Bila memohon berkah dengan cara sedemikian, maka bukan hanya tidak bisa memperoleh usia panjang, malah akan menambah karma pembunuhan diri sendiri!

Yang keenam adalah memanjatkan doa agar harapan bisa terkabul, juga tidak sepatutnya membunuh makhluk hidup. Harus diketahui kebenaran bahwa seluruh makhluk itu adalah setara dan memiliki benih KeBuddhaan. Buddha, Bodhisattva dan para Dewa takkan menerima suap dari tukang sogok!

Orang sekarang saat memohon di hadapan Dewa maka akan menyembelih makhluk hidup, permohonan yang serupa ini disebut dengan niat jahat! Meskipun terkabul namun balasannya sudah menanti di belakang!

Yang ketujuh adalah menjamu tamu undangan tidak sepatutnya membunuh makhluk hidup. Momen indah adalah saat-saat dimana tuan rumah yang baik hendak menjamu tamu kehormatannya, saat berkumpul bersama menikmati hidangan, meskipun menggunakan menu vegetarian, juga takkan menghalangi jalinan kekerabatan yang ada!

Kenapa malah harus menyembelih makhluk hidup untuk dijadikan hidangan di atas meja, patut diketahui bahwa ketika tuan rumah dan tamu sedang menikmati hidangan disertai gelak tawa, sementara itu di dapur, hewan yang dipenggal, dibunuh, yang digoreng, dipanggang, direbus, tangisan dan jeritan mereka sungguh menyayat hati; sedangkan tuan rumah dan tamunya yang berada di ruang makan sama sekali tidak mendengarnya; mana mungkin dapat merasakan bagaimana siksaan direbus dalam air mendidih di dalam kuali.

Yang kedelapan adalah mencari nafkah jangan membunuh. Manusia demi alasan mencari sesuap nasi maka memilih mata pencaharian membunuh makhluk hidup, misalnya berburu, menangkap ikan, atau menjagal babi untuk mencari uang demi menghidupi keluarga; haruslah diketahui bahwa Langit takkan membiarkan manusia berada di jalan buntu!

Asalkan diri sendiri memiliki satu macam ketrampilan, satu jenis bakat, maka sudah dapat mencari nafkah dan takkan kelaparan, jadi buat apa bersusah payah menghidupi keluarga dari uang hasil melakukan karma buruk membunuh makhluk hidup? Ini bukan saja telah melanggar Hukum Langit dan hati nurani, bahkan semakin banyak menyembelih akan semakin miskin!  

Lantas ada juga yang kaya dari mata pencahariannya menyembelih hewan, tetapi dari seratus orang juga takkan ditemukan satu orang! Bahkan juga menanam karma kelahiran sekarang putra dan putri tidak berbakti dan jatuh ke Neraka, balasan pada masa kelahiran mendatang, tidak ada lagi yang lebih parah daripada ini, mengapa tidak sudi beralih ke mata pencaharian yang benar?

Menjamu tamu sebenarnya merupakan tata krama yang amat bagus, tetapi andaikata hidangannya berupa ayam, bebek, ikan, udang dan sebagainya, maka ini telah mengembangkan karma pembunuhan! Bagi tuan rumah, pembunuhan ini adalah demi tamunya; sedangkan bagi si tamu, pembunuhan ini hanyalah sebuah hidangan semata; sehingga kedua belah pihak tidak mempunyai jasa kebajikan apa-apa.

Mengenai persoalan memelihara ikan emas, untuk menyuapinya diperlukan udang dan makhluk hidup lainnya hingga puluhan ribu ekor; untuk memelihara burung bangau putih diperlukan ikan kecil yang jumlahnya hingga mencapai ribuan ekor; semua ini merupakan karma pembunuhan, tidak boleh tidak diperhatikan!

Apa yang telah dijelaskan di atas hanyalah garis besar semata, manusia seharusnya menyebarluaskan kebenaran ini, sehingga dengan sendirinya akan memiliki kelapangan hati yang seluas alam semesta.
   



集福消災之道
(三十九)


忍作殘害。


第一是生日不應該殺生:詩經上說:「哀哀父母,生我劬勞。」母親生我的日子,叫做母難日;所以生日這天,固然應當要戒殺持齋,廣行善事,這樣可以使父母親增福延壽;若是雙親已經過世了,也可以以此功德,使父母的亡靈早日獲得超昇,怎麼可以忘記生日這一天,是母親受難的日子,而放縱自己的口腹之欲,殺生食肉呢?這樣會拖累到雙親,也對自己不利啊!但是這件事情,全世界的人大多已經習慣很久了,而且也不覺得不對,實在是令有心人痛苦流涕傷心啊!

第二是生孩子不應該殺生:凡是人若是沒有自己的孩子,則會感到悲傷;有了自己的孩子,則會感到歡喜;並沒想到一切的禽獸,也都是愛牠們的孩子啊!現在為了要慶祝自己的孩子出生,而卻要殺死禽獸牠們的孩子,這樣心能安嗎?而且嬰兒剛生下來,不為他積福求長壽,反而為他造殺生的罪業,這種行為實在是太愚笨了啊!但是這件事情,全世界的人多已經習慣很久了,而且也不覺得不對,實在是令有心人痛哭流涕傷心歎息啊!

第三是喪事祭祖不應該殺生:辦理喪事或是祭祀祖先,清明掃墓,都應該要戒殺,以增加過世的親人祖先的冥福;若是殺生來祭拜,只是徒然的增加亡靈和祖先的罪業而已;不但沒有益處,反而會有害處;所以有智慧的人,是絕對不會去做的;但是這件事情,全世界的人多已經習慣很久了,並且也不覺得不對,實在是令有心人痛哭流涕傷心歎息啊!

第四是婚禮不應該殺生:世人的婚禮,從相親、訂婚、到結婚,不知道要殺掉多少的生命啊!要知道夫婦結婚是傳宗接代生兒育女的開始;在這個良辰美景吉祥喜慶的日子,但卻行凶事,用殺生來宴客,這就已經種下了將來尋仇的惡因啊!也就是把殺機和仇恨,都聚集在閨門之內的行為啊!但是這種行為,全世界的人多已經習慣很久了,並且也不覺得不對,實在是令有心人替他哀傷歎息啊!

第五是祈福不應該殺生:一般人在生病的時候,往往用殺生來祭拜神明,希望能夠祈求神明的降福和保佑;卻沒想到自己祭神的目的,就是要想免除死亡求得長生啊!現在殺牠的命來延我的命,大大的違背了天理良心,實在是沒有比這件事情更嚴重的了!要知道「聰明正直之為神」,神怎麼會有私心呢?這樣的祈福,不但不能夠延長壽命,只是徒然的增加了自己的殺業啊!

第六是許願不應該殺生:要知道「平等為佛,正直為神」的道理,佛菩薩和神明,絕對不會接受賄賂而降福給賄賂之人的道理啊!現在的人在神明面前許願,就宰殺生靈,這樣許的願,就叫做惡願啊!縱然是如了願,而惡報卻在後頭等著呢!

第七是宴客不應該殺生:良辰美景,賢主佳賓,聚會宴客的時候;縱然是用蔬食菜羹,也不妨礙主人與客人之間的交往情誼和閒情逸緻啊!為什麼一定要拼命的宰殺牲畜,大吃大喝呢?要知道主人和客人在廳堂上歡笑吃喝大快朵頤,而在廚房裡面被砍、被殺、被煎、被烤、被煮的牲畜,牠們在那哀號哭泣,主人和客人卻是充耳不聞;那裡能夠體會那種在鍋子裡被烹煮的痛苦啊!

第八是謀生不應該殺生:世人為了生活的緣故,而從事殺生的行業,例如打獵、捕魚,或是從事屠宰的行業來賺錢養家;要知道上天是不生沒有食祿的人啊!只要自己能夠擁有一樣技術,一種才藝,都可以賺到錢吃飽飯,何苦一定要從事這種殺害生靈的惡業來養家活口呢?這樣不但是違背了天理,而且是愈殺就愈窮啊!所以從事殺生行業而會富有的人,一百個人當中,也找不到一個人啊!而且還種下了現世子女不孝和地獄的深因,得到來生的惡報,沒有比這個還嚴重了,為什麼不肯改行另謀生計呢?

饋贈本來也是很好的禮貌,但是饋贈的禮物,卻是活的雞鴨魚蝦,這就已經觸動啟發了殺機啊!對自己來講,則是為他人而殺生,而獨自的承受了這種的罪過;對被贈送的人而言,只不過是飽吃了一頓,而雙方都沒有任何的功德;至於飼養金魚,所用的蟣蝦,則要以萬來計算的啊!而飼養白鶴,所用的小魚,也是上千條的性命;這些都是殺業,不可以不注意啊!

以上所說的,只是略略的說了些大概而已,人們應當以此道理而推廣,則心中自然就會具有天覆地載的度量了。

【嘉言】

黃魯直先生曾經做了一首偈頌說:「我肉眾生肉,名殊體不殊;原同一種性,只是別形軀;苦惱從他受,肥甘為我須;莫教閻老斷,自揣看何如。」

唐朝的仙人呂洞賓也說過一個偈子:「汝欲延生聽我語,凡事惺惺須恕己;汝欲延生須放生,此是循環真道理。他若死時你救他,你若死時天救你;延生生子別無方,戒殺放生而已矣!」

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷二)


Jumat, 05 Juni 2015

Gan Ying Pian Bgn 39 Penjelasan_01



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 39 ~ Penjelasan_01


rěn
zuò
cán
hài





Penjelasan :
Hati yang tega melakukan perbuatan yang melukai manusia dan mencelakai makhluk lainnya.


Analisa :
Ambil saja contoh makhluk hidup. Langit mencintai segala bentuk kehidupan, namun ada manusia yang hatinya malah begitu sadis, melakukan perdagangan makhluk hidup dengan keji. Harus diketahui bahwa memperjualbelikan makhluk hidup merupakan kejahatan yang paling berat; lagi pula apabila niatnya muncul dari rasa kejam, maka sama sekali tidak memiliki belas kasihan!

Dasar dari segala kebajikan adalah welas asih dan dasar dari segala kejahatan adalah kekejian; maka itu menyingkirkan hati yang kejam dan memperoleh hati yang welas asih, inilah letak ketrampilan melatih diri dari para Buddha, Bodhisattva serta insan suci dan bijak.


Ingin hidup dan takut mati, melekat akan kasih sayang pada keluarganya, tahu akan rasa sakit, merasakan penderitaan; kemelekatan dan perasaan ini bagi hewan maupun manusia adalah serupa! Tetapi manusia memiliki kebijaksanaan sedangkan hewan tidak; manusia bisa bicara sedangkan hewan tidak bisa, manusia memiliki kekuatan besar sedangkan hewan ada di pihak yang lemah.

Masa kini lihatlah menu hidangan di atas meja makan manusia, bukan hanya seekor nyawa saja yang melayang; andaikata menggunakan kerang dan udang untuk dibuat masakan atau sup seafood maka harus membunuh lebih dari seratus nyawa! Juga ada orang yang suka pada makanan lezat, memikirkan segala cara, memanggang yang masih hidup, menguliti atau membuka cangkangnya, melakukan segala kekejian hanya untuk satu kali hidangan makan saja, setelah menyantapnya dia merasa bangga; andaikata saja terlambat menyajikannya keluar maka dia akan sangat murka dan memarahi si koki, maka bila direnungkan dengan seksama, sungguh merupakan hal yang membuat orang jadi kaget, cemas dan memprihatinkan!

Di dalam sutra tercantum bahwa semua makhluk hidup tidak ada yang tidak takut akan siksaan dipenggal dibawah tajamnya pisau, juga tidak ada yang tidak menyayangi nyawanya sendiri! Maka itu, ketika Wang Ke hendak menyembelih kambing untuk menjamu tamunya, sang kambing malah bersujud di hadapan tamu Wang Ke, memohon agar sang tamu bersedia menyelamatkannya.

Demikian pula ketika Zou Sheng hendak menyembelih rusa, sang rusa bersujud dan menangis tersedu-sedu; juga seperti ketika Shen Nei-han sedang bertugas sebagai hakim daerah di Jiangning, saat kokinya hendak menyembelih kambing, tetapi pisau jagalnya selalu tidak ketemu; kemudian barulah disadari bahwa ternyata pisau jagal tersebut disembunyikan kambing di dalam mulutnya, bahkan kambing juga menyembunyikan pisau jagal di bawah tembok!

Yang Jie ketika masih menjadi tukang jagal, pernah suatu kali dia bertamasya ke Gunung Ashoka, ketika terlelap di siang hari, dia bermimpi ada lebih dari seratus orang wanita datang ke hadapannya, sepertinya sedang mengatakan sesuatu pada dirinya. Setelah terbangun dengan diam-diam dia memeriksa ke dalam dapur, ternyata yang berada di dalam mimpinya adalah sekelompok kerang yang memohon pertolongan darinya!          

Dari sini dapat diketahui bahwa, hewan juga begitu melekat dan menyayangi nyawanya, hal ini serupa dengan manusia! Apabila manusia tiba-tiba tersiram air mendidih, atau tergores oleh ujung pisau, pasti akan meronta-ronta minta pertolongan, kepanikan sejenak ini mengharuskan dirinya buru-buru pergi mencari dokter atau membeli obat, manusia begitu menyayangi tubuhnya, tetapi mengapa terhadap makhluk hidup malah tidak mempunyai hati yang mengasihani dan menyayangi kehidupan dan malah tega mencelakai mereka, apakah tidak merasa sayang menjalin ikatan permusuhan dengan mereka dan menciptakan karma buruk? Diantara semua karma buruk hanya ini yang merupakan yang paling menyakitkan!


Buddha, Bodhisattva dan Dewa juga menasehati kita jangan melakukan pembunuhan; patut diketahui bahwa Hukum Karma sedikitpun takkan meleset, seharusnya merasakan penderitaan yang dialami makhluk lain, bagaimana bila sebaliknya kita adalah mereka, apa yang kita rasakan, sadarlah segera! Maka itu di sini dijelaskan dengan seksama, janganlah menyembelih makhluk hidup untuk dijadikan sesajian guna memohon pada insan mulia!





集福消災之道
(三十九)


忍作殘害。


【解釋】

忍心去作傷人害物的事情。

【分析】

這一句是專門就物命上來說的。上天有好生之德,而有人卻是心懷殘忍,作出了殘害物命的勾當。要知道殘害物命是惡事裡面最重大的了;而且動機更是出於殘忍的話,那麼這樣的任意所至,就會沒有一絲毫惻隱憐憫之心了!諸善的根本,就在於慈心,而諸惡的根本,則在於殘忍;所以去掉殘忍而存慈心,就是聖賢仙人諸佛菩薩修行的功夫所在啊!

貪生怕死,愛戀自己的親人故舊,知道會疼痛,感覺會痛苦,這些貪戀和感覺,動物和人類是完全一樣的啊!但是人類有智慧,動物缺乏智慧;人類能夠說話,動物無法說話;人類的力量強,動物的力量弱啊!現在看看人們辦一桌食物,不只是殺害一條的物命;例如斑鳩、鴿子、鵪鶉、麻雀,要殺掉十多條的命,才能做出一道肉羹;若是用蚌蛤、蝦子和蜆,做出一道菜或湯來,就要殺死一百多條的命啊!又有愛好美食的人,更是想盡了辦法,生吃活烤、開膛剖肚、剝皮刳殼、極盡殘忍之能事;飽食一頓之後,則是洋洋得意;若是稍微的遲緩待慢,則發脾氣罵廚子;所以只要冷靜的想想,實在是令人驚恐悲悼啊!

經上說:「一切動物沒有不畏懼刀砍杖擊的痛苦,也沒有不愛惜自己的壽命啊!」所以王克殺羊的時候,羊卻奔向王克的客人,向客人跪拜求救;鄒生殺鹿的時候,鹿就跪下來哭泣;又例如沈內翰在江寧做通判的時候,廚子要殺羊,而刀子老是不見;後來才發現,刀子原來是被羊銜走了,而且羊還把刀子藏在牆下面呢!楊傑在做提刑的時候,曾經到阿育王山遊覽,白天睡覺的時候,夢到一百多位婦人來到他的面前,好像在向他訴說什麼;他醒了之後,就秘密的走到廚房察看,才明白原來是蛤蜊托夢向他求救!由此我們可以知道,動物也是如此的愛惜自己的生命,和人類沒有兩樣啊!而人若是偶然的被湯火燙到,或是被刀針傷到,必定是呼天搶地的哭喊求救;暫時的頭昏眼痛,便嚷著要去看醫生或是買藥,人是如此的愛惜身體,為何對於動物的生命,卻不生憐憫愛惜之心,而任意的殘害他們,不惜跟他們結下怨仇造下殺業呢?唉!在所有的惡業當中,惟有這個是最為慘痛啊!佛菩薩和諸天仙人,都勸戒我們不要殺生;要知道因果報應絲毫不爽,應該設身處地將心比心,及時地猛然省悟;因而在此詳細的說明,不可以宰殺牲禽的種種道理,請求仁人君子,務要遵守力行!

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷二)