Tampilkan postingan dengan label Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal 01-10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal 01-10. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2015

Gan Ying Pian Bgn 10 Cerita



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 10 ~ Cerita


yòu
yǒu
sān
tái
běi
dǒu
shén
jūn

zài
rén
tóu

shàng

rén
zuì
è

duó
suàn





Cerita :
Pada masa Dinasti Tang ada seorang pejabat yang bernama Lou Shi-de,  pada saat pemerintahan Kaisar Tang Gao-zong, dia menjadi orang kepercayaan kaisar sehingga memperoleh perlakuan istimewa, dia juga memiliki jasa pengabdian yang besar pada kekaisaran.

Suatu pagi ketika Lou Shi-de baru bangun tidur, mendadak Dewa Bintang berkata padanya : “Anda pernah silap membunuh dua nyawa manusia, karena dosa ini maka usia kamu dikurangi 12 tahun, cahaya di puncak kepalamu juga akan padam dan menghilang!”

Pada hari itu juga, Lou Shi-de merasa ada yang tidak nyaman pada dirinya, maka itu dia memberitahu orang-orang di sekelilingnya : “Sepanjang hidupku saya selalu mawas diri dalam bertindak, namun hanya karena silap membunuh dua nyawa manusia, mengakibatkan hari ini saya harus mati 12 tahun lebih cepat!”  

Tidak berapa lama kemudian, Lou Shi-de meninggal dunia.


Kesimpulan :
Tuan Zhang Gong-chen berkata : “Tuan Lou Shi-de mendapat sebutan sebagai orang yang bijak dan murah hati, merupakan pejabat penting Dinasti Tang, meskipun demikian dia juga tak terhindarkan membuat kesilapan sehingga usianya dikurangi 12 tahun; apalagi bagi sebagian besar orang awam, tidak tahu lagi berapa banyak karma buruk yang telah diperbuat, melihat perumpamaan dari Tuan Lou Shi-de, apakah boleh tidak meningkatkan mawas diri?”  

  


集福消災之道
()

又有三台北斗神君,在人頭上,錄人罪惡,奪其紀算。

故事:

唐朝的大臣婁師德,在唐高宗時,受到高宗皇帝的寵信,對朝廷也有很大的貢獻。有一天早上,婁師德起床的時候,忽然看見星官告訴他說:「你曾經誤殺了兩條人命,這個罪過應當減除你十二年的壽命,你頭頂上的星光將快要滅盡了啊!」這一天,婁師德隨即感到神識有些昏沈,因而就告訴身旁的人說:「我一生向來行事謹慎,只是因為誤殺了兩條人命,今天遂要我早死十二年啊!」沒多久,婁師德就過世了。

【結語】

張拱辰先生說:「婁師德先生一生的為人,以英明寬厚著稱,為唐朝重要的大臣,尚且不免於犯錯而被奪除壽命十二年;更何況一般的常人,不知道造了多少的惡業,看到婁先生的例子,能夠不謹慎嗎?」

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷一)


Senin, 02 Februari 2015

Gan Ying Pian Bgn 10 Penjelasan



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 10 ~ Penjelasan


yòu
yǒu
sān
tái
běi
dǒu
shén
jūn

zài
rén
tóu

shàng

rén
zuì
è

duó
suàn





Penjelasan :
Ini membahas bahwa sepanjang hidup manusia, baik berjalan, diam, duduk dan berbaring, juga ada Dewa Bintang yang mengawasinya. Dewa Bintang San Tai dan Dewa Bintang Bei Dou, selalu berada di atas kepala manusia untuk mencatat perbuatan manusia, dan menuruti berat ringannya kejahatan yang diperbuatnya, lalu mengurangi usianya.

Analisa :
Dewa Bintang San Tai bertugas mengurus pengurangan usia manusia. Dewa Bintang Bei Dou bertugas mengurus kebajikan dan kejahatan manusia. Di dalam kitab tercantum bahwa tiga inci di atas puncak kepala manusia, jika orang baik maka cahaya di puncak kepalanya bersinar cemerlang; sebaliknya jika orang jahat maka cahaya di puncak kepalanya adalah redup dan gelap.

Jika orang yang melakukan kebajikan besar maka cahaya di puncak kepalanya akan semakin terang; sebaliknya orang yang melakukan kejahatan besar, maka cahaya di puncak kepalanya akan padam dan lenyap; dan cahaya ini tidak tampak oleh sebagian besar manusia awam, tetapi setan dan malaikat dapat melihatnya dengan jelas!   



集福消災之道
()
  
又有三台北斗神君,在人頭上,錄人罪惡,奪其紀算。

【解釋】

這是說人的一身,行住坐臥,都有星神在鑒察著。三台星神、北斗星君,常在人的頭上盤旋,記錄各人所犯的罪惡,並且依照他所犯過惡的輕重,來奪除他的壽命。

【分析】

人的壽命,十二年為一紀,一百天叫一算。三台星神,掌管人的壽夭。北斗星君,掌管人的善惡。又業報因緣經說:「七星之氣,常結為一星,在人的頭上,距離頭頂三寸的地方;若是為善的人,則頭頂現出的光是明亮的;若是做惡的人,則頭頂現出的光是黑暗的。如果做了大善的人,頭頂的光就更加顯得明亮;做了大惡的人,頭頂的光就滅掉沒有了;而這種光,一般人是看不到的,但鬼神則是看得一清二楚啊!」

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷一)


Gan Ying Pian Bgn 9 Cerita



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 9 ~ Cerita


suàn
jìn





Cerita : 
Pada jaman dahulu kala ada seorang lansia, setelah meninggal dunia menghadap Raja Yama, dia menyalahkan Raja Yama yang tidak memberitahunya lebih awal agar dia memiliki persiapan. Raja Yama berkata : “Mata anda sudah kabur, ini adalah surat pemberitahuan pertama yang Saya kirim kepadamu! Telingamu sudah tuli, ini merupakan surat pemberitahuan kedua yang Saya kirim kepadamu! Gigimu yang sudah rusak, ini adalah surat pemberitahuan ketiga yang Saya layangkan padamu!

Kondisi tubuhmu yang semakin melemah, tidak tahu sudah berapa pucuk surat pemberitahuan yang sudah Saya layangkan pada dirimu, kenapa mengatakan bahwa Saya tidak memberitahumu sejak awal?”

Ada lagi seorang lansia lainnya yang setelah meninggal dunia menghadap Raja Yama, juga menyalahkan Raja Yama : “Mataku masih terang, telingaku masih jernih, gigiku masih tajam, tubuhku masih kuat, tapi sudah diundang Raja Yama, kenapa bukan terlebih dulu menulis surat pemberitahuan padaku?”

Raja Yama menjawab : “Saya juga sudah melayangkan surat pemberitahuan padamu! Apakah anda tidak melihat tetangga-tetangga anda, ada yang baru berusia 30 atau 40 tahun sudah meninggal dunia, bahkan ada juga yang baru berusia 10 atau 20 tahun sudah meninggal dunia; bahkan ada lagi bayi yang baru berusia seminggu atau anak kecil sudah meninggal dunia; semua ini adalah surat pemberitahuan yang Kulayangkan padamu!”

Maka itu dikatakan bahwa kehidupan manusia tidak kekal! Ibarat embun di pagi hari, begitu sehela nafas tak kembali, maka tubuh ini akan segera menjadi mayat! Di dalam “Sutra 42 Bagian” tercantum bahwa Buddha Sakyamuni bertanya pada siswa-siswaNya : “Berapa lama usia manusia?”. Ada siswa yang menjawab : “Usia manusia hanya berlangsung beberapa hari saja”. Buddha menjawab : “Anda masih belum mengetahuinya!” Buddha bertanya lagi pada seorang siswa lainnya, siswa tersebut menjawab : “Sesingkat waktu makan”. Buddha berkata : “Anda juga masih belum mengetahuinya!”

Buddha bertanya lagi pada seorang siswa lainnya, siswa ini menjawab : “Nyawa manusia terletak pada sehela nafas!” Buddha berkata : “Bagus sekali! Bagus sekali! Anda sudah mengetahuinya!”


Penutup :
Pada masa Dinasti Yuan ada seorang Master Dhyana yang bernama Tian Ru, berkata bahwa Hyang Buddha muncul di dunia ini adalah demi urusan besar kelahiran dan kematian diri kita masing-masing. Yang juga disebut dengan “sewaktu hidup tidak mengetahui darimana berasal, setelah mati tidak tahu harus menuju ke mana”, ini adalah masalah besar!

Jika begini lahirnya maka begini pula matinya, maka seluruh permukaan alam ini juga bisa dikendalikannya! Tetapi sejak jaman dahulu kala hingga sekarang, tidak ada satu orang pun, yang tidak ditelan bulat-bulat oleh lautan samsara; tidak perlu membahas begitu jauh, lihat saja kehidupan anda sendiri, mengenang kembali 10 atau 20 tahun silam, kerabat dan teman anda, yang sudah meninggal dunia, sudah berapa banyak.

Juga jangan dulu membahas orang lain, coba amati diri anda terlebih dulu! Umpamanya anda menganggap bahwa tubuh ini adalah “aku” yang sebenarnya, sejak pagi hingga malam, dengan berbagai cara untuk merawat dan melindunginya; tetapi jasmani anda ini juga tidak bisa bertahan, perlahan juga akan mengalami penuaan! Tak terasa hari ajal telah tiba; saat itu yang ada hanyalah kepanikan, serupa dengan kepiting yang direbus ke dalam air mendidih, begitu tersiksanya!

Dalam keseharian ibarat ksatria yang gagah, namun kini sudah hilang ke mana? Lagi pula setelah mati, tubuh akan berubah jadi rusak, jorok dan berbau busuk, sanak keluarga saja tidak tahan, meskipun itu adalah orang yang paling dekat dengan anda sekalipun, anak cucu anda sendiri, juga tidak sudi melirik sekejab ke arah jasad anda.

Jalinan kasih sayang yang biasanya ada dalam kehidupan keseharian, kini ada di mana? Oleh karena alasan inilah maka guru sesepuh berkata bahwa manusia jika sehela nafasnya tak kembali, maka sudah serupa dengan debu dan tanah!

Jalan yang akan ditempuh di hadapan adalah jauh dan kelam, tidak tahu ke mana harus menuju; hanya begini saja lalu mati dan dibakar, sungguh memprihatinkan! Apalagi setelah mati masih harus mengikuti karma yang telah diperbuat diri sendiri menerima pembalasan, ini barulah masalah penting!  

Apa yang dimaksud dengan mengikuti karma yang telah diperbuat diri sendiri menerima pembalasan? Yakni segala tindakan anda dalam keseharian, tidak ada yang bukan merupakan karma! Asalkan ada karma maka ada buah akibatnya! Harus diketahui bahwa buah akibat adalah ibarat bayangan yang mengikuti dirinya.

Meskipun tubuh kasar ini sudah mati namun kesadaran (vijnana) mungkin terjatuh ke neraka atau mungkin jatuh ke alam setan kelaparan atau jatuh ke alam binatang, berputar di lingkaran tumimbal lahir, sehingga mengalami penderitaan yang tak terhingga dan tiada batas ujungnya!

Maka itu bila menyinggung tentang masalah besar kelahiran dan kematian, ksatria baja juga akan berputus asa!  Oleh karena alasan ini, Buddha maha maitri maha karuna, menasehati kita agar melatih diri, melenyapkan khayalan dan bentuk-bentuk pikiran yang tak terkendalikan; mengenali bahwa diri sendiri barulah merupakan majikan yang sesungguhnya, mengenali jiwa sejati.

Maka itu selagi masih memiliki kesempatan, lekaslah menjadi insan yang mensucikan pikiran dan membebaskan diri dari tumimbal lahir!
    




集福消災之道
()
  
算盡則死。
  
故事:

從前有一位老人,死後見到了閻王,就責怪閻王不提早寫信通知他。閻王說:「你的眼睛花了,就是我寫給你的第一封信啊!你的耳朵聾了,就是我寫給你的第二封信啊!你的牙齒壞了,就是我寫給你的第三封信啊!你的身體日益的衰弱,我不知道已經寫了多少封信通知你,怎麼還說我沒有寫信通知你呢?」又有一位少年死了以後,見到了閻王,也責怪閻王說:「我的眼睛明亮,耳朵聰敏,牙齒銳利,身體強壯的很,閻王你招我來,為何不事先寫封信通知我呢?」閻王回答說:「我也有寫信通知你啊!你沒有看見你家東邊的鄰居,有卅、四十歲就死的,西邊的鄰居有一、二十歲就死的;而且更有週歲的嬰兒,或是小孩就死的;這些都是我寫給你的信啊!」所以說人命無常啊!就像是早晨的露水一樣,只要是一口氣上不來,這個身體就成了軀殼了!四十二章經裡面講道:佛問他的弟子:「人命在多久之間呢?」有位弟子回答說:「人命在數日之間。」佛說:「你還不知『道』啊!」佛再問另一位弟子,弟子回答道:「在飯食之間。」佛說:「你也不知『道』啊!」佛又再問一位弟子,這位弟子回答道:「人命在呼吸之間啊!」佛說:「善哉!善哉!你知『道』啦!」

【嘉言】

元朝姑蘇師子林的天如禪師曾說:「佛祖出現在這個世間,單單只是為了我們每一個人,各各自己腳跟下的一段生死大事啊!也就是所謂的「生不知從何而來,死不知往那裡去」這個大事啊!如果是這樣的生,這樣的死,盡大地都會被他籠罩了啊!而從古以來,沒有一個人,不是被生死的大海給吞卻了;且莫說從古以來,就只說從你有生以來,回想十年二十年前,你的親戚朋友,已經死去了多少。先別說他人,只說你自己吧!現前假借地水火風這個四大色身,虛妄的認為,這個色身就是我;從早到晚,用種種的方法愛護他,用種種的東西資養他;而他卻是念念不停的遷謝,漸漸的消殞了啊!不知不覺,臘月三十臨命終的日子就到來了;這個時候,只覺得手忙腳亂,與落湯的螃蟹一樣的痛苦啊!平日英雄的豪情壯志,如今都到那裡去了?而且死了以後,身體顏色開始變壞,又臭又髒,直教人受不了,雖然有至親骨肉,這個時候,也不肯正眼的看你啊!平生所謂的恩愛情義,現在又到那裡去了呢?因為這種緣故,所以祖師說道:人若是一息不來,便如同灰塵土壤一樣了啊!前路是一片的茫茫,不知道何去何從;就只這麼的死了燒了,實在是可憐!更何況是死了以後,還要隨著自己所造作的業而受報,這才是要緊的事啊!那麼什麼叫做隨業受報呢?就是你平生的所作所為,無不是業啊!只要有業,便會有果報啊!要知道果報是隨著業力而來,就如同影子跟隨著形體一樣。這個身體既然已經死了,然而這個識神,則或是墮入了地獄,或是墮了餓鬼,或是墮入了畜生當中,輾轉的輪迴去了,因此而受到了無量無邊的痛苦啊!這個是受報的境界,那個是生死的業根;而所謂的業根,就是在你現前的一念心啊!你從無始以來,因為貪瞋癡,無明煩惱,妄想狂心,接觸到外境,遇到了外緣,就隨著聲塵,追逐著色塵,使得你七顛八倒,無業不造;這便是你生死輪迴的根本啊!所以想到生死的大事,就是鐵漢也會感到灰心啊!因為這個緣故,佛祖就廣運慈悲,大發哀憫,教你學佛修行,參禪學道,令你掃除妄想狂心;認取自己的主人翁,識取父母未生前的本來面目。所以要趁著眼光腳健,趕緊做個清淨解脫的人啊!

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷一)


Gan Ying Pian Bgn 9 Penjelasan



Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 9 ~ Penjelasan


suàn
jìn





Penjelasan :
Setelah usia pelaku kejahatan dikurangi hingga habis, maka orang jahat tersebut akan menemui ajalnya!

Analisa :
Ini merupakan nasehat dari Dewa Taishang kepada manusia. Tabiat manusia yang melakukan kejahatan, memang susah dicabut, terus menerus melakukan karma buruk tanpa menyadari bahwa hari demi hari dalam kehidupannya semakin berkurang, usianya terus dipotong dan dikurangi, hingga akhirnya hari ajalnya tiba; dan matinya juga tidak wajar; lalu menuruti beratnya karma buruk yang diperbuat, setelah mati masih harus menjalani siksaan!

Maka itu kesadaran (vijnana) akan jatuh ke tiga alam penderitaan yakni alam binatang, alam setan kelaparan dan neraka untuk menjalani siksaan, saat itu kesengsaraan yang diterima juga tak terungkapkan lagi dengan kata-kata! 

Apakah setelah mati maka segalanya sudah tuntas begitu saja? Segala masalah akan usai begitu saja? Justru setelah mati maka urusan jadi besar! Tiada usainya! Sampai di sini pembahasannya maka air mata tak terbendung lagi mengalir dan menangis sekeras-kerasnya!

Patut diketahui bahwa “Mudah untuk kehilangan tubuh manusia, Karma Tetap sulit untuk dihindari”, semoga bagi insan bajik dan mulia dapat lebih memahami secara mendalam kebenaran ini, sehingga dapat meyakininya tanpa keraguan! Pergunakanlah kesempatan semasih nafas masih berada, melakukan pertobatan atas karma buruk yang dilakukan tempo hari; andaikata masih saja menuruti tabiat melewati hari demi hari, maka waktu seratus tahun akan berlalu sia-sia, bagaikan anak panah yang dilepas dari busurnya, sekejab saja sudah berlalu; saat ajal tiba, saat empat unsur yakni unsur tanah, air, api dan angin berpisah, meskipun saat itu timbul penyesalan juga sudah tak sempat lagi!





集福消災之道
()

算盡則死。

【解釋】

使惡人的壽算減盡之後,惡人也就死了!

【分析】

這句是太上苦口婆心垂誡世人的話。眾生作惡的習氣,實在是難以拔除,盡是在做些不善的惡業啊!而自己茫茫的業識,就像是膏火相煎一樣,生命中的日子,一天一天的過去,一直到了自己的壽算被奪除盡了,也就是死期到了;而且是死有餘辜啊!還得要隨著生前所造的惡業而受苦報啊!因而神識就墮入了畜生、餓鬼、地獄三惡道中受苦,此時所受到的痛苦,也就無窮無盡了啊!誰說一死就百了呢?就沒事了呢?簡直是死了以後,就不得了了啊!就沒完沒了了啊!講到這裡,就不禁要大聲疾呼,痛哭流涕啊!要知道「人身易失,定業難逃」,惟有希望仁人志士,對這個道理一定要深信不疑啊!趁著自己一息尚存,仍然可以懺除彌天的罪惡;如果仍然是因循茍且的度日;則百年光陰,就如同箭一般快速的逝去;等到自己臨命終,地水火風四大分離的時候,再懊惱悔恨,也就來不及了啊!

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷一)


Gan Ying Pian Bgn 8 Cerita




Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal
Bagian 8


è
xīng
zāi
zhī




Cerita :
Di Kota Ju di Provinsi Shandong, ada seorang yang bernama Ma Zhang-shi, dengan mengandalkan kepintaran sendiri, melakukan kejahatan di mana-mana. Suatu hari, ada sebutir bintang kebijaksanaan mungil turun dari Langit, mendarat di halaman rumah Ma Zhang-shi, lalu bintang ini menjelma menjadi sebuah batu yang besar.

Sejak itu Keluarga Ma harus berhadapan dengan berbagai kasus hukum, wabah penyakit, berbagai gosip tak sedap juga satu persatu melanda keluarganya; demikianlah hal ini berlangsung hingga setahun lebih, Ma Zhang-shi menemui ajalnya, anggota keluarganya juga bercerai berai.

Rumah Keluarga Ma jadi kosong melompong tak berpenghuni lagi. Dan di sekeliling batu besar tersebut muncul warna ungu yang redup, bahkan tampak seperti bentuk aksara, hingga hari ini masih ada!         





集福消災之道
()

惡星災之。
  
故事:

在山東省莒城這個地方,有位叫馬長史的人,憑著自己聰明有能力,就到處橫行,無惡不作。有一天,有顆小慧星從天而降,落在他家中的院子裡,變成了一塊大石頭。從此以後,馬長史的家中就官司不斷,疾病纏身,口舌是非接踵而來;這樣過了一年多,馬長史就死了,家人也都離散了。馬家的房子,也就空蕩的沒人住了。而這顆大石頭的周圍數尺,都呈現出微微的紫色,而且還現出了如同字一般的紋形,到今天還存在呢!

節錄自:
集福消災之道—感應篇彙編白話節本(卷一)